Rabu, 20 April 2011

makalah filsafat ilmu

FILSAFAT ILMU DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA

PENGARANG : Drs. SURAJIYO

Tugas ini dibuat sebagai

Tugas akhir semester pendek

Pada mata kuliah filsafat ilmu

DI TULIS KEMBALI (RESUME)

OLEH:

AL’ARAS 06 14 003

DOSEN PEMBIMBING:

Drs. Suyitno, M.Ag

FAKULTAS SYARIAH

JURUSAN AL-AHWAL AL-SYAKHSYIYYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN FATAH

PALEMBANG

2008

PRAKATA

Filsafat ilmu adalah dua kata yang saling terkait, baik secara substansial maupun historis karena kelahiran ilmu tidak lepas dari peranan filsafat, sebaiknya perkembangan ilmu memperkuat keberadaan filsafat. Kelahiran filsafat di Yunani menunjukkan pola pemikiran bangsa Yunani dari pandangan mitologi akhirnya lenyap dan pada gilirannya rasiolah yang dominan.

Perubahan dari pola pikir mite-mite kerasio membawa implikasi yang tidak kecil. Alam dengan segala gejalanya, yang selama itu ditakuti kemudian didekati dan bahkan bisa dikuasai. Perubahan yang mendasar adalah ditemukannya hukum-hukum alam dan teori-teori ilmiah yang menjelaskan perubahan yang terjadi, baik alam semesta maupun pada manusia sendiri.

Maret, 2007

Penulis

DAFTAR ISI

PRAKATA -------------------------------------------------------------------------------------------------

KATA PENGANTAR-----------------------------------------------------------------------------------

Bagian Pertama:

PENGENALAN FILSAFAT ILMU

BAB I PENGANTAR FILSAFAT-------------------------------------------------------------------- 3

A. Pengertian Filsafat ------------------------------------------------------------------ 3

B. Objek Filsafat----------------------------------------------------------------------- 7

C. Metode Filsafat--------------------------------------------------------------------- 9

D. Ciri-ciri Filsafat--------------------------------------------------------------------- 14

E. Asal dan Peranan Filsafat------------------------------------------------------------ 16

F. Kegunaan Filsafat------------------------------------------------------------------- 18

G. Pembagian (Cabang-cabang Filsafat)------------------------------------------------ 20

FILSAFAT ILMU DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA

Oleh : Drs. Surajiyo

BAB I

Pengantar Ilmu Filsafat

A. Pengertian Filsafat

B. Objek Filsafat

1. Objek Material filsafat

Yaitu suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan itu atau hal yang di selidiki, di oandang atau di sorot oleh suatu disiplin ilmu yang mencakup apa saja baik hal-hal yang konkrit ataupun yang abstrak.

Menurut Drs. H.A.Dardiri bahwa objek material adalah segala sesuatu yang ada, baik yang ada dalam pikiran, ada dalam kenyataan maupun ada dalam kemungkinan. Segala sesuatu yang ada itu di bagi dua, yaitu :

a. Ada yang bersifat umum (ontologi), yakni ilmu yang menyelidiki tentang hal yang ada pada umumnya.

b. Ada yang bersifat khusus yang terbagi dua yaitu ada secara mutlak (theodicae) dan tidak mutlak yang terdiri dari manusia (antropologi metafisik) dan alam (kosmologi).

2. Objek Formal filsafat

Yaitu sudut pandangan yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan itu, atau sudut dari mana objek material itu di sorot.

Contoh : Objek materialnya adalah manusia dan manusia ini di tinjau dari sudut pandangan yang berbeda-beda sehingga ada beberapa ilmu yang mempelajari manusia di antaranya psikologi, antropologi, sosiologi dan lain sebagainya.

C. Metode Filsafat

Sebenarnya jumlah metode filsafat hampir sama banyaknya dengan defenisi dari para ahli dan filsuf sendiri karena metode ini adalah suatu alat pendekatan untuk mencapai hakikat sesuai dengan corak pandangan filsuf itu sendiri. Penjelasan secara singkat metode-metode filsafat yang khas adlah sebagai berikut:

1. Metode Kritis : Socrates dan plato

Metode ini bersifat analisis istilah dan pendapat atau aturan-aturan yang di kemukakan orang. Merupakan hermeneutika, yangmenjelaskan keyakinan dan memperlihatkan pertentangan. Dengan jalan bertanya (berdialog), membedakan, membersihkan, menyisihkan dan menolak yang akhirnya di temukan hakikat.

2. Metode Intuitif : Plotinus dan bergson

Dengan jalan metode intropeksi intuitif dan dengan pemakaian simbol-simbol di usahakan membersihkan intelektual (bersama dengan pencucian moral), sehingga tercapai suatu penerangan pemikiran. Sedangkan bergson dengan jalan pembauran antara kesadaran dan proses perubahan, tercapai pemahaman langsung mengenai kenyataan.

3. Metode Skolastik : aristoteles, thomas aquinas, filsafat abad pertengahan.

Metode ini bersifat sintetis-deduktif dengan bertitik tolak dari defenisi-defenisi atau prindip-prinsip yang jelas dengan sendirinya di tarik kesimpulan-kesimpulan.

4. Metode Geometris : rene descartes dan pengikutnya

Melalui analisis mengenai hal-hal kompleks di capai intiuisi akan hakikat-hakikat sederhana (ide terang dan berbeda dari yang lain), dari hakikat-hakikat itu di dedukasikan secara matematis segala pengertian lainnya.

5. Metode Empiris :Hobbes, Locke, Berkeley, David Hume

Hanya pengalamanlah menyajikan pengertian benar, maka semua pengertian (ide-ide ) dalam intropeksi di bandingkan dengan cerapan-cerapan (impresi) dan kemudian di susun bersama secara geometris.

6. Metode Transendental : Immanuel Kant dan Neo skolastik

Metode ini bertitik tolak dari tepatnya pengertian tertentu dengan jalan analisis di selidiki syarat-syarat apriori bagi pengertian demikian.

7. Metode fenomenologis : Husserl, Eksistensialisme

Yakni dengan jalan beberapa pemotongan sistematis (reduction), refleksi atau fenomin dalam kesadaran mencapai penglihatan hakikat-hakikat murni. Fenomelogi adalah suatu aliran yang membicarakan tentang segala sesuatu yang menampakkan diri, atau yang membicarakan gejala. Hakikat segala sesuatu adalah reduksi atau penyaringan dan menurut Husserl ada tiga macam reduksi yaitu:

a. reduksi fenomologis, kita harus menyaring pengalaman-pengalaman kita agar mendapat fenomena semurni-murninya.

b. Reduksi eidetis.

c. Reduksi transendental

8. Metode Dialektis : Hegel dan Mark

Dengan jalan mengikuti dinamik pikiran atau alam sendiri menurut triade tesis, antitetis, sistesis di capai hakikat kenyataan. Dialektis itu di ungkapkan sebagai tiga langkah, yaitu dua pengertian yang bertentangan kemudian di damaikan (tesis-antitesis-sintesis).

9. Metode Non-positivistis

Kenyataan yang di pahami menurut hakikatnya dengan jalan mempergunakan aturan-aturan seperti berlaku pada ilmu pengetahuan positif (eksakta).

10. Metode analitika bahasa : Wittgenstein

Dengan jalan analisa pemakaian bahasa sehari-hari ditentukan sah atau tidaknya ucapan-ucapan filosofis. Metode ini di nilai cukup netral sebab tidak sama sekali mengendalikan salah satu filsafat. Keistimewaannya adalah semua kesimpulan dan hasilnya senantiasa di dasarkan kepada penelitian bahasa yang logis.

D. Ciri-ciri Filsafat

Menurut Drs. Suyadi MP dan Drs. Sri suprapto widodonongrat ciri filsafat adalah menyeluruh, mendasar dan spekulatif. Sedangkan Sunoto menyebutkan ciri-cirinya adalah deskriptip, kritik atau analitik, evaluatif atau normativ, spekulatif dan sistematik.

E. Asal dan Peranan filsafat

1. Asal filsafat

Ada tiga peranan yang mendorong manusia untuk berfilsafat, yaitu:

a. Keheranan

b. Kesangsian

c. Kesadaran akan keterbatasan

2. Peranan filsafat

- Pendobrak

Berabad-abad lamanya intelektualitas manusia tertawan dalam penjara tradisi dan kebiasaan. Dalam penjara itu, manusia terlena dalam alam mistik yang penuh sesak dengan hal-hal serba rahasia yang terungkap lewat berbagai mitos dan mite. Keadaan tersebut berlangsung cukup lama dan kehadiran filsafat telah mendobrak pintu dan tembok tradisi yang begitu sakral yang selama itu tidak boleh digugat. Kendati pendobrakan itu membutuhkan waktu yang cukup panjang, kenyataan sejarah telah membuktikan bahwa filsafat benar-benar telah berperan selaku pendobrak yang mencengangkan.

- Pembebas

Filsafat bukan hanya sekedar mendobrak pintu penjara tradisi dan kebiasaan yang penuh dengan berbagai mitos dan mite itu melainkan juga merenggut manusia keluar dari penjara itu. Filsafat membebaskan manusia dari ketidaktahuan dan kebodohannya. Demikian pula filsafat membebaskan manusia dari belenggu cara berpikiryang mistis dan mitis.

- Pembimbing

Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang mistik mitis denganmembimbing manusiauntuk berpikir secara rasional. Membebaskan manusia dari cara berpikir yang picik dan dangkal dengan membbimbing untuk berpikir lebih luas dan mendalam.

F. Kegunaan filsafat

Pada umumnya dapat dikatakan bahawa dengan belajar filsafat semakin menjadikan orang mampu untuk menangani berbagai pertanyaan mendasar manusia yang tidak terletak dalam wewenang metodis ilmu-ilmu khusus. Jadi filsafat membantu untuk mendalami berbagai pertanyaan asasi manusia tentang makna realitas dan lingkup tanggung jawabnya. Kemampuan itu dipelajarinya dari dua jalur yakni secara sistematis dan historis.

G. Pembagian ( cabang-cabang) filsafat

Pembagian secara garis besar dapat dibagi kedalam dua kelompok, yakni filsafat sistematis dan sejarah filsafat. Filsafat sistematis bertujuan dalam pembentukan dan pemberian landasan pemikiran. Didalamnya meliputi logika, metodelogi, epistimologi, filsafat ilmu, etika, estetika metafisika, teologi (filsafat ketuhanan), filsafat manusia, dan kelompok filsafat khusus seperti filsafat sejarah, hukum, komunikasi dan lain-lain.

Adapun sejarah filsafat adalah bagian yang berusaha meninjau pemikiran filsafat sepanjang masa. Sejak zaman kuno hingga zaman modern, bagian ini meliputi sejarah filsafat yunani (barat), india, cina dan sejarah filsafat islam.

Berikut ini pengertian ari cabang-cabang filsafat yang utama:

- Logika, adala cabang filsafat yang menyelildiki lurus tidaknya pemikran kita. Lapamngan dalam logika adlah asa-asas yang menentukan pemikiran yang lurus, tepat dan sehat. Dengan mempelajari logika diharapkan dapat menerapkan asas bernalar sehingga dapat menaarik kesimpulan dengan tepat.

- Epistemologi, adlah bagian filasfat yang membicarakan tentang terjadinya pengetauan, sumber pengetahuan, asla mula pengetahuan, batas-batas, sifat, metode dan kesahihan pengetahuan.

- Etika, adlah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik buruk.

- Estetika, adlah cabang filsafat yang membicarakan tentang keindahan

- Metafisika, adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada atau membicarakan sesuatu di sebalik yang tampak. Persoalan metafisis di bedakan menjadi tiga yaitu ontologi, kosmologi dan antropologi.

BAB II

FILSAFAT PENGETAHUAN (EPISTEMOLOGI)

A. Pengertian Epistemologi

B. Arti pengetahuan

Pengetahuan adlah suatu istilah yang di pergunakan untuk menuturkan apabila seseorang mengenal tentang sesuatu.suatu hal yang menjadi penggetahuannya adalah selalu terdiri atas unsur yang mengetahui dan diketahui serta kesadaran mengenai hal yang ingin diketahuinya itu.oleh karna itu penggetahuan selalu menuutut adanya subjek yang mempunyai kesdaran untuk mengetahui tentang sesuatu objek dan objek yang merupakan sesuatu yang dihadapinya sebagai hal ingin diketahuinya.jadi bisa dikatakan penggetahuan adalah hasil tahu manusia terhadap sesuatu,atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu objek yang dihadapinya,atau asil usaha manusia untuk memahami suatu objek.

C. Terjadinya suatu pengetahuan

Alat untuk mengetahui terjadinya penggetahuan menurut jhon horpers ada enam yaitu

1. Pengalaman indera

2. Nalar

3. Otoritas

4. Intuisi

5. Wahyu

6. Keyakinan

D. Jenis-jenis penggetahuan

Penggetahuan menurut Soejono Soemargono (1983) dapat dibagi atas : 1. Penggetahuan non-ilmiah.

2. Penggetahuan ilmiah

Sedangkan menurut plato dan aristoteles.plato membagi penggetahuan menurut tingkatan-tingkatan penggetahuan sesuai dengan karakteristik objeknya.pembagiannya adalah sebagai berikut :

1. Penggetahuan eikasia (khayalan)

2. Penggetahuan fistis

3. Penggetahuan dianoya(metematik)

4. Penggetahuan neosis(filsafat)

Aristoteles mempunyai pendapat yang berbeda, menurut aristoteles penggetahuan harus merupakan kenyataan yang dpat dihindari dan kenyataan adalah sesuatu yang merangsang budi kita kemudian mengolahnya.penggetahuan yang umumnya merupakan kumpulan yang dinamakan rational knowledge dipisahkan dalam 3 jenis kumpulan yaitu

(1) Penggetahuan produksi (seni)

(2) Penggetahuan praktis (etika, ekonomi, politik)

(3) Penggetahuan teoretis (fisika, matematika ,dan metafisika)

E. Asal usul penggetahuan

1. Aliran-aliran dalam penggetahuan

a. Rasoinalisme

Aliran ini berpendapat bahwa sumber penggetahuan yang mencukupi dan yang dapat dipercaya adalah rasio (akal)

b. Empirisme

Aliran ini berpendapat, bahwa empiris atau pengalamlah yang menjadi sumber penggetahuan baik pengalaman yang batiniah maupun lahiriah.

c. Kritisme

Penyelesaian pertentangan antara rasionalisme danempirisme hnedak diselesaikan oleh umanuel kant dengan kritismenya.

d. Positivisme

Positivisme berpangkal dari apa yang telah di ketahui, yanng faktual dan yang positif.

2.Metode ilmiah

Menurut soejono soemargono (1983) metode ilmiah secara garis besar ada dua macam,yaitu sebagai berikut

a. Metode ilmiah yang bersifat umum

Metode ilmiah yang bersifat umum masih dapat dibagi dua,yaitu metode analitiko-sintesis dan metode nono deduksi

b. Metode penyelidikan ilmiah

Metode penyelidikan dibagi menjadi dua,yaitu metode penyelidikan yang berbentuk daur atau metode siklus empiris dan metode vertikal yang berbentuk garis lempang atau metode linier.

3.Sarana berpikir ilmiah

Sarana berpikir ilmiah pada dasarnya ada tiga yakni;

a. Bahasa ilmiah, yaitu kalimat berita yang merupakan suatu pernyataan atau pendapat-pendapat.

b. Bahasa logika dan matematika, merupakan dua pengetahuan yang selalu berhubungan erat, yang keduanya sebagai sarana berpikir deduktif. Baik logika maupun matematika lebihh mementingkan bentuk logis pernyataan-pernyataannya mempunyai sifat yang jelas.

c. Logika dan statistika, mempunyai peranan penting dalam berpikir induktif untuk konsep yang berlaku umum.

BAB III

RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU

A. Pengertian filsafat ilmu

B. Objek filsafat ilmu

1. Objek Material Filsafat Ilmu

Objek material adalah objek yang di jadikan sasaran menyelidiki oleh suatu ilmu, atau objek yang yang di pelajari oleh ilmu itu. Objek material filsafat illmu adalah pengetahuan itu sendiri, yaitu pengetahuan yang telah di susun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu, sehingga dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya secara umum.

2. Objek Formal Filsafat Ilmu

Objek formal adalah sudut pandang dari mana sang subjek menelaah objek materialnya. Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem mendasar ilmu pengetahuan, seperti apa hakikat ilmu pengetahuan, bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah dan apa fingsi ilmu itu bagi manusia. Problem inilah yang di bicarakan dalam landasan pengembangan ilmu pengetahuan yakni landasan ontologis, epistemologis dan aksiologis.

C. Lingkupan filsafat ilmu menurut para filsuf

D. Problema filsafat ilmu

E. Manfaat belajar filsafat ilmu

1. Sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah.

2. Merupakan usaha merepleksi, menguji, mengkritik asumsi dan metode keilmuan.

3. Memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan.

BAB IV

APA ITU ILMU PENGETAHUAN

A. Defenisi Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan di ambil dari bahasa inggris science, yang berasal dari bahasa latin scientie dari bentuk kata kerja scire yang berarti mempelajari, mengetahui.pertumbuhan selanjutnya pengertian ilmu mengalami perluasan arti sehingga menunjuk segenap pengetahuan sistematik. Adapun menurut Bahm defenisi ilmmu pengetahuan paling tidak melibatkan enam macam komponen yaitu masalah, sikap, metode, aktivitas, kesimpulan dan pengaruh.

B. Ciri-Ciri Ilmu Pengetahuan

C. Keragaman Dan Pengelompokan Ilmu Pengetahuan

Berikut ini merupakan penggolongan ilmu-ilmu, yaitu:

- Ilmu formal dan ilmu non formal (non empiris)

Dua contoh ilmu formal atau non empiris yaitu matematika dan filsafat.

- Ilmu murni dan ilmu terapan

Ilmu terapan atau praktis ialah ilmu yang bertujuan untuk di aplikasikan atau di ambil manfaatnya. Contoh : ilmu kedokteran

- Ilmu nomotesis dan idiografis

Yang termasuk ilmu nomotesis adlah ilmu-ilmu alam yang objeknya adlah gejala pengalaman yang dapat di ulangi terus menerus dan hanya merupakan kasus-kasus yang mempunyai hubungan dengan suatu hukum alam. Sedangkan ilmu idiografis yakni ilmu-ilmu budaya yang objeknya bersifat individual yang terjadi sekali untuk di pahami dan di mengerti menurut keunikannya.

- Ilmu deduktif dan induktif

Deduktif adalah proses pemikiran dimana akal budi manusia dari pengetahuan yang umum yang abstrak menyimpulkan hal yang bersifat khusus dan individual. Contoh : ilmu deduktif matematika sedangkan ilmu induktif adalah bertolak belakang dari ilmu deduktif yakni dari khusus menjadi umum dan abstrak.

- Naturwissenschaften dan geisteswissenschaften

- Ilmu-ilmu empiris secara lebih khusus

D. Susunan ilmu pengetahuan

1. langkah-langkah dalam ilmu pengetahuan :

- perumusan masalah, dirumuskan secara tepat dan jelas dalam bentuk pertanyaan agar ilmuwan mempunyai jalan unuttuk mengetahu fakta-fakta apa saja yang di kumpulkan.

- Pengamatan dan pengumpulan data (observasi)

- Pengamatan dan klasifikasi data

- Perumusan pengetahuan (defenisi)

- Tahap ramalan (prediksi)

- Pengujian kebenaran hipotesis

2. limas ilmu

3. siklus empiris

a. Observasi

b. Induksi

c. Deduksi

d. Kajian (eksperimentasi)

e. Hasil-hasil kajian membawa kepada ahap evaluasi yang di susun secara deduksi dan induksi.

4. penjelasan dan ramalan

a. penjelasan logis

b. penjelasan probabilistik

c. penjelasan finalistik

d. penjelasan historis atau genetik

e. penjelasan fungsional

untuk ramalan

E. Ilmu Dan Teknologi

F. Wujud ilmu

BAB V

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

A. Pengantar

Pemikiran filsafat banyak dipengaruhi oleh lingkungan.namun pada dasarnya filsafat baik dibarat, india dan Cina muncul dari yang sifatnya religius. Pembagian secara periodesasi filsafat barat adalah zaman kuno, zaman abad pertengahan, zaman modern dan masa kini. Periodesasi filsafat cina adalah zaman kuno, zaman pembauran, zaman neokonfusionisme dan zaman modern. Untuk cina adalah periode weda, biracarita, sutra-sutra dan sekolastik. Dalam filsafat india yang penting adalah bagaimana manusia bisa berteman dengan dunia bukan untuk menguasai dunia. Adapun filsafat islam hanya ada 2 periode yaitu: periode mutakalimin dan filsafat islam.

Jadi, perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini tidaklah berlangsung secara mendadak melainkan berlangsung secara bertahap. Karena untuk memahami sejarah perkembangan ilmu mau tidak mau harus melakukan pembagian secara periode yang menampilkan ciri khas tertentu.

B. Zaman Pra Yunani Kuno(zaman batu)

Pada abad VI SM yunani muncul lahirnya filsafat dan mulai berkembang suatu pendekatan yang sama sekali berlainan. Mulai saat itu orang mencari jawaban rasional tentang problem alam semesta.dengan demikian filsafat dilahirkan.

C. Zaman yunani kuno

1. Zaman keemasan yunani

Zaman yunani kuno dipandang sebagai zaman keemasan filsafat, karena pada masa ini orang memiliki kebebasan untuk menguingkapkan ide atau pendapatnya. Yunani pada masa itu dianggap sebagai gudang ilmu, karena yunani pada masa itu tidak lagi mempercayai mitologi-mitologi.

2. Masa Helinistis Romawi

Pada masa ini muncul beberapa aliran yaitu sebagai aliran sebagai berikut:

a. stoisisme, menurut paham ini jagad raya ditentukan oleh kuasa-kuasa yang disebut logos. Oleh karena itu segala kejadian menurut ketetpan yang tidak dapat dihindari.

b. epikurisme, segala-galanya terdiri dari atom-atom.

c. skepisisme, mereka berfikir bahwa bidang teoritis manusia tidak sanggup mencapai kebenaran

d. eklektisisme, suatu kecenderungan umum yang mengambil berbagai unsur filsafat dari aliran-aliran lain tanpa berhasil mencapai suatu pemikiran yang sungguh-sungguh.

e. neoplatoisme, yakni paham yang ingin menghidupkan kembali filsafat plato.

D. Zaman Abad Pertengahan

Pada abad pertengahan mengalami 2 periode, yaitu:

1. periode patriktis; mengalami 2 tahap:

a. permulaan agama kristen

b. filsafat agustinus; yang terkenal pada masa patristik

2. periode skolastik; menjadi 3 tahap yakni:

a. periode awal, ditandai dengan pembentukan metode yang lahir karena hubungan yang rapat antara agama dan filsafat

b. periode puncak, ditandai oleh keadaan yang dipengaruhi oleh aristoteles akibat kedatangan ahli filsafat arab dan yahudi

c. periode akhir, ditandai dengan pemikiran kefilsafatan yang berkembang kearah nominalisme.

E. Zaman Renaissance

Ialah zaman peralihan ketika kebudayaan abad pertengahan mulai berubah menjadi kebudayaan modern. Manusia pada zaman ini adalah manusia yang merindukan pemikiran yang bebas. Manusia ingin mencapai kemajuan atas hasil usaha sendiri, tidak didasarkan atas campur tangan Illahi.

F. Zaman Modern

Zaman modern ditandai dengan berbagai penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern sesungguhnya sudah dirintis sejak zaman renaissance.

G. Zaman Kontemporer (Abad XX Dan Seterus)

Fisi kawan termashur adalah Albert Einstein yang percaya akan kekekalan materi. Dengan kata lain tidak mengakui adanya penciptaan alam. Zaman kontemporer ini ditandai dengan penemuan teknologi canggih.

BAB VI

PRINSIP-PRINSIP METODOLOGI

A. Pengantar

Metodologi merupakan hal yang mengkaji perurutan langkah-langkah yang ditempuh supaya pengetahuan yang diperoleh memenuhi pengetahuan yang ilmiah. Untuk memahami perinsip-perinsip metode filsafat perlu dibahas pengertian metodologi, unsur-unsur metodologi, dan beberapa pandangan tentang prinsip metodologi bagi para filsuf.

B. Pengertian Metodologi

Metodologi dapat diartikan sebagai ilmu yang membicarakan tentang metode-metode. Metode ialah cara bertindak menurut aturan tertentu.

C. Unsur-Unsur Metodelogi

Menurut anton Baker dan ahmad charris zubair adalah

1. Interpretasi (menafsirkan)

2. Induksi dan deduksi

3. Koherensi intern

4. Holistis

5. Kesinambungan historis

6. Idealisasi

7. Komperasi

8. Heuristika

9. Analogi

10. Deskripsi

BAB VII

PENEMUAN KEBENARAN

A. Cara Penemuan Kebenaran

Cara penemuan kebenaran berbeda-beda, kebenaran dapat dilihat secara ilmiah dan non ilmiah. Menurut hartono kasmadi dkk (1960) adalah sebagai berikut:

1. penemuan secara kebetulan, adalah penemuan yang berlangsung secara tanpa disengaja.

2. penemuan coba dan ralat ( trial dan error), terjadi tanpa adanya kepastian akan berhasil atau tidak berhasil kebenaran yang dicari.

3. penemuan melalui otoritas atau kewibawaan, misalnya orang-orang yang mempunyai kedudukan dan kekuasaan sering di terima sebagai kebenaran meskipun pendapatnya tidak di dasarkan pada pembuktian ilmiah.

4. lpenemuan secara spekulatif, cara ini mirip dengan cara coba dan ralat. Akan tetapi, perbedaannya dengan coba dan ralat memang ada.

5. penemuan kebenaran lewat cara berpikir, kritis dan rasional. Cara berpikir yang di tempuh pada tingkat permulaan dalam memecahkan masalah adlah dengan cara berpikir analitis dan sintetis.

6. penemuan kebenaran melalui penelitian ilmiah, cara mencari kebenaran yang di pandang ilmiah adlah yang dilakukan melalui penelitian. Penelitian adlah penyaluran hasrat ingin tahu pada manusia dalam teraf keilmuan.

B. Defenisi kebenaran

Hal kebenaran sesungguhnya memang merupakan tema sentral dalam filsafat ilmu. Problematik mengenai kebenaran, sebenarnya seperti halnya problematik tentang pengetahuan, merupakan masalah-maslah yang mengacu pada tumbuh dan berkembangnya dalam filsafat ilmu.

C. Jenis-jenis kebenaran

Telaah dalam filsafat ilmu membawa orang kepada kebenaran di bagi dalam tiga jenis menurut A.M.W.Pranarka (1987) yaitu:

1. Kebenaran epistemologikal

2. Kebenaran ontologikal

3. Kebenaran semantikal

D. Sifat Kebenaran

Menurut Abbas hamami mintaredja (1983), kata kebenaran dapat di gunakan sebagai suatu kata benda konkrit maupun abstrak. Jika subjek hendak menuturkan kebenaran artinya proposisi yang benar.

E. Teori kebenaran dan kehilafan

1. Teori Kebenaran Saling Berhubungan (coherence theory of truth)

Teori koherensi dibangun oleh para pemikir rationalis seperti Leibniz, Spinoza, Hegel, dan Bradley. Menurut Kattsoff (1986) dalam bukunya Elements of Philosophy teori koherensi dijelaskan “...suatu proposisi cenderung benar jika proposisi tersebut dalam keadaan saling berhubungan dengan proposisi-proposisi lain yang benar, atau jika makna yang dikandungnya dalam keadaan saling berhubungan dengan pengalaman kita.

2. Teori Kebenaran Saling Berkesesuaian (Correspondence Theory of Truth)

Teori ini berpandangan bahwa suatu proposisi bernilai kebenaran apabila berkesesuaian dengan dunia kenyataan. Kebenaran demikian dapat dibuktikan secara langsung pada dunia kenyataan.

3. Teori Kebenaran Inherensi (inherent theory of truth)

Kadang-kadang teori ini disebut juga teori pragmatis. Pandangannya adalah suatu proposisi bernilai benar apabila mempunyai konsekuensi yang dapat dipergunakan atau bermanfaat.

4. Teori Kebenaran Berdasarkan Arti (semantic theory of truth)

Teori kebenaran semantik dianut oleh paham filsafat analitika bahasa yang dikembangkan paska filsafat bertrand Russell sebagai tokoh pemula dari filsafat Analitika Bahasa.

5. Teori Kebenaran Sintaktis

Teori berkembang diantara filsuf analisis bahasa, terutama yang begitu ketat terhadap pemakaian gramatika.

6. Teori Kebenaran Nondeskripsi

Teori ini dikembangkan oleh penganut filsafat fungsionalisme. Karena pada dasarnya suatu statemen atau pernyataan akan mempunyai nilai benar yang amat tergantung pada peran dan fungsi dari pernyataan itu.

7. Teori Kebenaran Logik Yang Berlebihan (logical superfluity of truth)

Teori ini dikembangkan oleh kaum positivistik yang diawali oleh Ayer. Pada dasarnya menurut teori kebenaran ini, problema kebenaran hanya merupakan kekacauan bahsa saja dan hal ini mengakibatkan suatu pemborosan, karena pada dasarnya apa yang hendak dibuktikan kebenarannya memiliki derajat logis yang sama yang masing-masing saling melingkupinya.

BAB VIII

DEFINISI DAN PENALARAN

Dalam penalaran ada dua proposisi pokok yang dinalar, yakni proposisi kategoris dan proposisi majemuk.

A. Definisi

Definisi terdiri atas dua bagian, yakni bagian pangkal disebut defeniendum yang berisi istilah yang harus diberi penjelasan, dan bagian pembatas disebut disebut definiens yang berisi uraian mengenai arti dari bagian pangkal.

1. Macam-macam Definisi

a. Definisi nominalis ialah menjelaskan sebuah kata dengan kata lain lebih umum dimengerti.

b. Definisi Realis

Ialah penjelasan tentang hal yang ditandai oleh suatu term.

c. Definisi Praktis

Ialah penjelasan tentang hal sesuatu ditinjau dari segi penggunaan dan tujuan yang sederhana.

2. Syarat-Syarat Definisi

a. sebuah definisi harus menyatakan ciri-ciri hakiki dari apa yang didefinisikan.

b. sebuah definisi harus merupakan suatu kesetaraan arti dengan yang didefinisikan.

c. sebuah definisi harus menghindarkan pernyataan yang memuat term yang didefinisikan.

d. sebuah definisi harus sedapat mungkin dinyatakan secara rumusan positif.

e. sebuah definisi harus dinyatakan secara singkat dan jelas terlepas dari rumusan yang kabur atau bahsa kiasan.

B. PENALARAN

1. Prinsip-prinsip Penalaran

- Prinsip Identitas

- Prinsip Kontradiksi

- Prinsip Eksklusif.

2. Penalaran Proposisi

Penalaran adalah suatu proses penarikan kesimpulan dari satu atau lebih proposisi. Penalaran ada dua:

- Penalaran Langsung

- Penalaran tidak langsung

C. Silogisme Kategoris

Silogisme adalah proses menggabungkan tiga proposisi, dua menjadi dasar penyimpulan, satu menjadi kesimpulan.

D. Proposisi Majemuk

Proposisi majemuk adalah pernyataan yang terdiri atas dua bagian yang dapat dinilai benar atau salah.

E. Silogisme Majemuk dan Dilema

1. Silogisme disjungtif inklusif

2. Silogisme disjungtif ekskutif

3. Silogisme disjungtif alternatif

4. Silogisme hipotesis kondisional

5. Silogisme hipotesis bikondisional

F. Sesat Pikir

Sesat pikir dapat terjadi ketika menyimpulkan sesuatu lebih luas daripada dasarnya (latinus hos).

BAB IX

HUBUNGAN DAN PERANAN ILMU PENGETAHUAN TERHADAP

PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN NASIONAL

A. Ilmu Masyarakat

Dewasa ini ilmu menjadi sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, seolah-olah manusia sekarang tidak dapat hidup tanpa ilmu pengetahuan. Kebutuhan manusia yang paling sederhana pun sekarang memerlukan ilmu.

B. Pengertian dan Unsur-Unsur Kebudayaan

Ki Hajar Dewantara; kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

C. Pengaruh Timbal Balik Antara Ilmu dan Kebudayaan

Ilmu adalah dari pengetahuan. Untuk mendapatkan ilmu diperlukan cara-cara tertentu, ialah adanya suatu metode dan mempergunakan sistem, mempunyai objek formal dan objek material.

D. Peranan Ilmu Terhadap Pengembangan Kebudayaan Nasional

Istilah kebudayaan diartikan sebagai hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat.

E. Strategi Kebudayaan

Strategi kebudayaan merupakan upaya bagaimana menangani kebudayaan khususnya di Indonesia yang beragam budaya.

BAB X

ETIKA KEILMUAN

A. Pengantar

Ilmu berupaya mengungkapkan realitas sebagaimana adanya, sedangkan moral pada dasarnya adalah petunjuk tentang apa yang seharusnya dilakukan manusia.

B. Antara, Etika, Moral, Norma, dan Kesusilaan

Menurut Sunoto (1982) etika dapat dibagi menjadi dua yaitu etika deskripsi yaitu menggambarkan, dan etika normatif yaitu etika prinsif-prinsif.

Moral artinya adat atau cara hidup yang pakai dalam masyarakat.

Norma adalah alat tukang kayu atau tukang batu yang berupa segitiga. Kemudian norma adalah sebuah ukuran.

Kesusilaan adalah hasil suatu menjadi yang terjadi didalam jiwa.

C. Problema Etika Ilmu Pengetahuan

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menghambat ataupun meningkatkan keberadaan manusia tergantung pada menusianya itu sendiri, karena ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan oleh manusia dan untuk kepentingan manusia dan kebudayaannya.

D. Ilmu Bebas Nilai atau Tidak Bebas Nilai

Bebas nilai atau tidak bebas nilai yang dimaksudkan adalah tuntunan setiap kegiatan ilmiah agar didasarkan pada hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri.

E. Pendekatan Ontologis

Ontologis adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Secara ontologis ilmu membatasi lingkup penelaah keilmuannya hanya pada daerah-daerah yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia.

F. Pendekatan Epistemologi

Epistemologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang asal muasal, sumber, metode, struktur, dan validitas atau kebenaran pengetahuan.

G. Pendekatan Akseologis

Aksiologis adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang nilai secara umum

H. Sikap Ilmiah yang Harus Dimiliki Ilmuwan

Ilmu bukanlah merupakan pengetahuan yang datang demikian saja sebagai barang yang sudah jadi dan datang dari dunia khayal.

BAB XI

STRATEGI PENGEMBANGAN ILMU DI INDONESIA

A. Pengantar

Pancasila digali dari budaya bangsa Indonesia sendiri, sehingga Pancasila mempunyai fungsi dan peranan yang sangat luas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

B. Pengertian Paradigma

Paradigma menurut Thomas S. Kuhn adalah suatu asumsi dasar dan asumsi teoritis yang umum (merupakan suatu sumber nilai), sehingga menjadi suatu sumber hukum, metode, serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat, ciri, serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri.

C. Landasan Ontologis, Epistemologis, axiologis, dan Antropologis Pancasila

Landasan ontologis dimaksudkan untuk mengungkapkan jenis keberadaan yang diterapkan pancasila. Landasan epistemologis dimaksudkan untuk mengungkapkan sumber pengetahuan dan kebenaran tentang pancasila sebagai sistem filsafat dari ideologi. Landasan aksiologis dimaksudkan untuk mengungkapkan jenis nilai dasar yang terkandung dalam pancasila. Landasan antropologis dimaksudkan untuk mengungkapkan hakikat manusia dalam rangka pengembangan sistem filsafat pancasila.

D. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Pembangunan nasional adalah upaya bangsa untuk mencapai tujuan nasionalnya sebagaimana yang dunyatakan dalam pembukaan UUD 1945.

DAFTAR PUSTAKA BUKU

Abbas Hamami M. 1976. Filsafat (Suatu Pengantar Logika Formal-Filsafat Pengatahuan). Yogyakarta : Yayasan Pembinaan Fakultas Filsafat UGM.

. 1982. Epistemologi Bagian I Teori Pengetahuan. Diktat. Yogyakarta: Fakultas Filsafat UGM.

. 1980. Disekitar Masalah Ilmu; Suatu Problema Filsafat. Surabay: Bina Ilmu.

. Epistimologi Masa Depan dalam jurnal filsafat. Seri 1, februari 1990.

Minggu, 20 Maret 2011

Batalnya wudhu

beberapa pembatal wudhu berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah. Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Pembatal pertama: Kencing, buang air besar, dan kentut

Dalil bahwa kencing dan buang air besar merupakan pembatal wudhu dapat dilihat pada firman Allah Ta’ala,

أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ

“Atau kembali dari tempat buang air (kakus).”[1] Yang dimaksud dengan al ghoith dalam ayat ini secara bahasa bermakna tanah yang rendah yang luas.[2] Al ghoith juga adalah kata kiasan (majaz) untuk tempat buang air (kakus) dan lebih sering digunakan untuk makna majaz ini.[3]

Para ulama sepakat bahwa wudhu menjadi batal jika keluar kencing dan buang air besar dari jalan depan atau pun belakang.[4]

Sedangkan dalil bahwa kentut (baik dengan bersuara atau pun tidak) membatalkan wudhu adalah hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ » . قَالَ رَجُلٌ مِنْ حَضْرَمَوْتَ مَا الْحَدَثُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ فُسَاءٌ أَوْ ضُرَاطٌ

“Shalat seseorang yang berhadats tidak akan diterima sampai ia berwudhu.” Lalu ada orang dari Hadhromaut mengatakan, “Apa yang dimaksud hadats, wahai Abu Hurairah?” Abu Hurairah pun menjawab,

فُسَاءٌ أَوْ ضُرَاطٌ

“Di antaranya adalah kentut tanpa suara atau kentut dengan suara.”[5] Para ulama pun sepakat bahwa kentut termasuk pembatal wudhu.[6]

Pembatal kedua: Keluarnya mani, wadi, dan madzi

Apa yang dimaksud mani, wadi dan madzi?

Wadi adalah sesuatu yang keluar sesudah kencing pada umumnya, berwarna putih, tebal mirip mani, namun berbeda kekeruhannya dengan mani. Wadi tidak memiliki bau yang khas.

Sedangkan madzi adalah cairan berwarna putih, tipis, lengket, keluar ketika bercumbu rayu atau ketika membayangkan jima’ (bersetubuh) atau ketika berkeinginan untuk jima’. Madzi tidak menyebabkan lemas dan terkadang keluar tanpa terasa yaitu keluar ketika muqoddimah syahwat. Laki-laki dan perempuan sama-sama bisa memiliki madzi.[7]

Madzi dan wadi najis. Sedangkan mani -menurut pendapat yang lebih kuat- termasuk zat yang suci. Cara mensucikan pakaian yang terkena madzi dan wadi adalah dengan cara diperciki. Sedangkan mani cukup dengan dikerik.

Jika keluar mani, maka seseorang diwajibkan untuk mandi. Mani bisa membatalkan wudhu berdasarkan kesepakatan para ulama dan segala sesuatu yang menyebabkan mandi termasuk pembatal wudhu.[8]

Madzi bisa membatalkan wudhu berdasarkan hadits tentang cerita ‘Ali bin Abi Tholib. ‘Ali mengatakan,

كُنْتُ رَجُلاً مَذَّاءً وَكُنْتُ أَسْتَحْيِى أَنْ أَسْأَلَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- لِمَكَانِ ابْنَتِهِ فَأَمَرْتُ الْمِقْدَادَ بْنَ الأَسْوَدِ فَسَأَلَهُ فَقَالَ « يَغْسِلُ ذَكَرَهُ وَيَتَوَضَّأُ ».

“Aku termausk orang yang sering keluar madzi. Namun aku malu menanyakan hal ini kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallm dikarenakan kedudukan anaknya (Fatimah) di sisiku. Lalu aku pun memerintahkan pada Al Miqdad bin Al Aswad untuk bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau memberikan jawaban pada Al Miqdad, “Cucilah kemaluannya kemudian suruh ia berwudhu”.”[9]

Sedangkan wadi semisal dengan madzi sehingga perlakuannya sama dengan madzi.

Ibnu ‘Abbas mengatakan,

الْمَنِىُّ وَالْمَذْىُ وَالْوَدْىُ ، أَمَّا الْمَنِىُّ فَهُوَ الَّذِى مِنْهُ الْغُسْلُ ، وَأَمَّا الْوَدْىُ وَالْمَذْىُ فَقَالَ : اغْسِلْ ذَكَرَكَ أَوْ مَذَاكِيرَكَ وَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ.

“Mengenai mani, madzi dan wadi; adapun mani, maka diharuskan untuk mandi. Sedangkan wadi dan madzi, Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Cucilah kemaluanmu, lantas berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk shalat.”[10]

Pembatal ketiga: Tidur Lelap (Dalam Keadaan Tidak Sadar)

Tidur yang membatalkan wudhu adalah tidur lelap yang tidak lagi dalam keadaan sadar. Maksudnya, ia tidak lagi mendengar suara, atau tidak merasakan lagi sesuatu jatuh dari tangannya, atau tidak merasakan air liur yang menetes. Tidur seperti inilah yang membatalkan wudhu, baik tidurnya dalam keadaan berdiri, berbaring, ruku’ atau sujud. Karena tidur semacam ini yang dianggap mazhonnatu lil hadats, yaitu kemungkinan muncul hadats.

Sedangkan tidur yang hanya sesaat yang dalam keadaan kantuk, masih sadar dan masih merasakan merasakan apa-apa, maka tidur semacam ini tidak membatalkan wudhu. Inilah pendapat yang bisa menggabungkan dalil-dalil yang ada.

Di antara dalil hal ini adalah hadits dari Anas bin Malik,

أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ وَالنَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- يُنَاجِى رَجُلاً فَلَمْ يَزَلْ يُنَاجِيهِ حَتَّى نَامَ أَصْحَابُهُ ثُمَّ جَاءَ فَصَلَّى بِهِمْ.

“Ketika shalat hendak ditegakkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbisik-bisik dengan seseorang. Beliau terus berbisik-bisik dengannya hingga para sahabat tertidur. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun datang dan shalat bersama mereka.”[11]

Qotadah mengatakan bahwa ia pernah mendengar Anas berkata,

كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَنَامُونَ ثُمَّ يُصَلُّونَ وَلاَ يَتَوَضَّئُونَ قَالَ قُلْتُ سَمِعْتَهُ مِنْ أَنَسٍ قَالَ إِى وَاللَّهِ.

“Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ketiduran kemudian mereka pun melakukan shalat, tanpa berwudhu lagi.” Ada yang mengatakan, “Benarkah engkau mendengar hal ini dari Anas?” Qotadah, “Iya betul. Demi Allah.”[12]

Pembatal keempat: Hilangnya akal karena mabuk, pingsan dan gila. Ini berdasarkan ijma’ (kesepakatan para ulama). Hilang kesadaran pada kondisi semacam ini tentu lebih parah dari tidur.[13]

Pembatal kelima: Memakan daging unta.

Dalilnya adalah hadist dari Jabir bin Samuroh,

أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَأَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ الْغَنَمِ قَالَ « إِنْ شِئْتَ فَتَوَضَّأْ وَإِنْ شِئْتَ فَلاَ تَوَضَّأْ ». قَالَ أَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ الإِبِلِ قَالَ « نَعَمْ فَتَوَضَّأْ مِنْ لُحُومِ الإِبِلِ ».

“Ada seseorang yang bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah aku mesti berwudhu setelah memakan daging kambing?” Beliau bersabda, “Jika engkau mau, berwudhulah. Namun jika enggan, maka tidak mengapa engkau tidak berwudhu.” Orang tadi bertanya lagi, “ Apakah seseorang mesti berwudhu setelah memakan daging unta?” Beliau bersabda, “Iya, engkau harus berwudhu setelah memakan daging unta.”[14]

Demikian pembahasan mengenai pembatal wudhu. Sebagian lainnya adalah pembatal wudhu yang masih diperselisihkan di antara para ulama. Insya Allah sebagian lainnya yang dianggap sebagai pembatal wudhu akan kami kupas dalam artikel selanjutnya. Semoga bermanfaat.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id


[1] QS. Al Maidah: 6

[2] Lihat Al Mu’jam Al Wasith, 2/244, Asy Syamilah

[3] Lihat Al Mugni, Ibnu Qudamah, Al Maqdisi, 1/195, Darul Fikri, Beirut.

[4] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, Abu Malik Kamal bin As Sayid Salim, 1/127, Al Maktabah At Taufiqiyah.

[5] HR. Bukhari no. 135.

[6] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/128.

[7] Lihat Fatawa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’, 5/383, pertanyaan kedua dari fatwa no.4262, Mawqi’ Al Ifta’.

[8] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/128.

[9] HR. Bukhari no. 269 dan Muslim no. 303.

[10] HR. Al Baihaqi no. 771. Syaikh Abu Malik -penulis Shahih Fiqh Sunnah- mengatakan bahwa sanad riwayat ini shahih.

[11] HR. Muslim no. 376.

[12] HR. Muslim no. 376.

[13] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/133.

[14] HR. Muslim no. 360.

Minggu, 26 Desember 2010

ABIOGENESIS

Teori Abiogenesis
Teori Abiogenesis dikemukakan oleh Aristoteles (384 - 332 SM). Menurutnya, makhluk hidup itu terjadi secara spontan. Teori ini disebut teori generatio spontanea (makhluk hidup terjadi secara spontan). Pada abad XVIII Anthony van Leeuweenhoek (1632-1723) yang berkebangsaan Belanda berhasil membuat mikroskop. Dengan mikroskop ini ia dapat mengamati jasad-jasad renik yang ada dalam air bekas rendaman jerami. Dalam pengamatannya ia menemukan bahwa jasad-jasad renik itu berasal dari rendaman jerami (rendaman jerami maksudnya benda mati). Penemuan ini memperkuat teori Abiogenesis yang diungkapkan Aristoteles sebelumnya.



Pada tahun 1745 John Nedhaam (1713-1781) melakukan penelitian untuk membuktikan Teori Abiogenesis. Ia memasak sepotong daging dengan maksud untuk menghilangkan mikroorganisme yang ada dalam dading tersebut. Setelah itu daging yang telah dimasak tadi ditaruh dalam stoples dan dibiarkan terbuka. Dalam pengamatan terhadap stoples tersebut ia menemukan adanya makhluk hidup (mikroorgamisme). Dari pengamatan ini ia menyimpulkan mikroorgamisme yang ada pada daging berasal dari daging.

Teori Biogenesis
Teori Abiogenesis yang dikemukakan oleh Aristoteles yang kemudian diperkuat oleh Leeuweenhoek dan Nedhaam, menjadi perdebatan selama ribuan tahun. Ilmuwan lain tidak tinggal diam dengan penemuan tersebut sebab penemuan menurut Teori Abiogenesis itu belum tentu benar. Salah satunya adalah Fransisco Redi (1627-1698) yang berkebangsaan Italia menentang teori yang diungkapkan oleh Aristoteles. Untuk membuktikan kesalahan pendapat Aristoteles. Ia melakukan eksperimen dengan menggunakan sebuah stoples yang diisi daging. Stoples I ditutup dengan kain kasa sedangkan stoples II dibiarkan terbuka. Beberapa hari kemudian pada stoples I belum dijumpai adanya mikroba sedangkan pada stoples II telah dijumpai adanya mikroba (ulat). Ulat ini tentu saja berasal dari telur lalat yang menghinggapi daging tersebut. Dari penelitiannya ini Fransisco Redi berpendapat bahwa makhluk hidup itu berasal dari makhluk hidup juga (ulat berasal dari telur lalat).


Ilmuwan lain yang menentang kebenaran Teori Abiogenesis adalah Lazzaro Spallanzani (1729-1799). Dalam percobaannya ia mengadakan eksperimen dengan menggunakan 2 buah labu yang diisi air kaldu. Labu I diisi air lalu dipanaskan dan dibiarkan terbuka. Labu II juga diisi air tetapi ditutup rapat-rapat. Untuk mencegah masuknya udara ke dalam Labu II, Spallanzani mengolesi mulut labu dan penutupnya dengan parafin cair. Tujuannya agar Labu II bebas dari udara luar. Setelah ia yakin benar bahwa labu II telah bebas dari udara bebas, kemudian dipanaskan.Kedua labu yang telah dipanaskan ini kemudian dibiarkan beberapa (Labu I terbuka dan Labu II tertutup rapat). Ternyata air kaldu pada Labu I menjadi lebih keruh dan baunya berubah. Sedangkan labu II airnya tetap seperti semula. Ia menyimpulkan bahwa eksperimen yang dilakukan oleh Leeuvanhoek adalah mikroorgamisme yang ada dalam rendaman jerami itu berasal dari makhluk hidup juga dan bukan dari rendaman jerami.

Pada tahun 1864 seorang Ilmuwan Prancis yang bernama Louis Pasteur (1822-1895), menyempurnakan percobaan yang dilakukan oleh Lazzaro Spallanzani. Percobaan ini dilakukan karena ia mengganggap bahwa Teori Abiogenesis itu belum tentu benar. Ia mengadakan percobaan dengan menggunakan labu berleher angsa. Labu ini diisi air kaldu. Maksud dari penggunaan labu berleher angsa ini adalah untuk mencegah mikroorganisme masuk ke dalam labu. Kalau ada organisme (termasuk abu/benda mati) yang hendak masuk ke dalam labu, maka akan tertahap di mulut labu tersebut. Dalam percobaan ini Pasteur mengisi labu dengan air kaldu dan dididihkan agar labu menjadi steril. Setelah itu labu didinginkan dan dibiarkan selama beberapa hari. Ternyata, air kaldu dalam labu tetap menjadi jernih. Sebaliknya, air kaldu didekatkan ke leher labu (sedikit ditumpahkan), air kaldu dalam labu menjadi keruk. Hal inilah yang memperkuat dugaan Pasteur bahwa organisme ulat tidak berasal dari benda mati. Spallanzani berpendapat bahwa organisme (ulat) dalam air kaldu harusnya berasal dari organisme yang ada sebelumnya yaitu telur, dengan kata lain organisme berasal dari telur. (omne vivum ex ovo).

Dari percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur, Lazzaro Spallanzani dan Fransisco Redi menggugurkan teori Abiogenesis, dan melahirkan konsep baru dengan slogan omne ovum ex vivo dan omne vivum ex ovo (telur berasal dari makhluk hidup dan makhluk hidup itu berasal dari telur).

Awal Kehidupan Menurut Al Qur'an
Kitab suci Al Qur'an yang merupakan kitab suci umat islam yang sejak abad VII Masehi sebenarnya telah menerangkan kepada kita bahwa makhluk hidup itu juga berasal dari makhluk hidup. Dalam Al Qur'an Surat Ar Ruum (30: 19) Allah berfirman:

Artinya:
Dialah (Allah) yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kabur). (Q.S. Ar Ruum, 30: 19).

Dari ayat di atas kalau kita lihat sepintas bahwa Allah mengeluarkan yang hidup dari yang mati, ini berarti bahwa makhluk hidup keluar/berasal dari yang mati. Namun maksud dari ayat ini tidaklah demikian. Yang mati di sini adalah bisa diibaratkan sebuah telur yang mengeluarkan anak ayam (anak ayam keluar dari telur). Kata "mati" dari kata "Almaiti" yang berarti mayat atau mati. Dari mana asal mayat tentu dari yang hidup. Kata "almaiti" juga bisa diartikan sebagai bangkai atau tumbuhan yang telah lapuk. Selain itu juga bisa berarti benda-benda lain yang telah lapuk karena proses perkaratan/pelapukan atau karena proses sintesis dari bakteri. Pelapukan ini tentu menjadikan tanah yang subur. Hal ini membuktikan bahwa makhluk hidup itu tetap berasal dari makhluk hidup sebelumnya dan bukan dari benda mati.

Pada kalimat "mengeluarkaan yang mati dari yang hidup" bisa dicontohkan teluar ayam keluar dari induknya. Tumbuhan yang tumbuh di tanah subur bisa berarti makhluk hidup tumbuh (berasal) di atas benda mati (tanah). Tanah yang subur membuat tanaman/pohon yang tumbuh subur. Lantas dari manakah asal kehidupan pertama kali jika kehidupan itu berasal dari kehidupan sebelumnya juga? Tentunya Allah-lah yang menjadikan kehidupan pertama kali. Dari zat hidup inilah kehidupan terus-menerus berlangsung. Dapat disimpulkan bahwa makhluk hidup itu berasal dari makhluk hidup yang ada sebelumnya.
Jika kita perhatikan slogan dari teori Biogenesis yakni omne ovum ex vivo dan omne vivum ex ovo tentulah sama dengan ayat dalam Surat Ar Ruum di atas yakni makhluk hidup keluar dari yang mati (anak ayam berasal dari telur: omne vivum ex ovo) dan yang mati keluar dari makhluk hidup (telur berasal dari makhluk hodup: omne ovum ex vivo).

1. PANDANGAN HIDUP.

a. Pengertian Pandangan Hidup.:

padangan hidup ialah bagaimana manusia memandang kehidupan atau bagaimana manusia memilki kensepsi tentang kehidupan, pandangan hidup dapat menjadi pegangan, bimbingan, tuntunan seseorang/masyarakat dalam menempuh jalan hidupnya.

b. Fungsi Pandangan Hidup.:

fungsi pandangan hidup ialah sebagai suatu dasar atau landasan untuk mebimbing kehidupan jasmani dan rohani, pandangan hidup bermanfaat bagi kehidupan individu,masyarakat dan negara.

c. Akibat Pandangan Hidup Yang Berbeda-Beda,.

akibat pandangan hidup yang berbeda-beda yaitu timbulnya pandangan hidup yang dapat dikelompok-kelompokkan, yang disebut lairan atau paham.

contoh :

orang yang mengutamakan diri sendiri menimbulkan paham individualisme dan orang yang mengutamakan kepentingan umum atau masyarakat menimbulkan faham sosialisme.

pandangan hidup yang sempurna, merupakan wujud pertama kebudayaan yang tidak boleh terlepas dari nilai budaya.

Manuel Kaisiepo (1982) dan Aburrahman Wahid (1985) berpendapat bahwa pandangan hidup itu bersifat “ELASTIS”.maksudnya bergantung pada situasi dan kondisi serta tidak selamanya bersifat positif.

2. TANGGUNG JAWAB.

a. Pengertian tanggung jawab.

tanggung jawab ialah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja dan juga berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. pembagian kewajiban bermacam-macam dan berbeda-beda.kewajiban itu dibagi atas 2 bagian :

1. kewajiban terbatas, kewajiban ini tanggung jawabnya diberlakukan kepada setiap orang sama, tidak dibeda-bedakan.

contoh :

undang-undang larangan membunuh, mencuri, yang di sampingnya dapat diadakan hukuman-hukuman.

2. kewajiban tidak terbatas. kewajiban ini tanggung jawabnya di berlakukan kepada semua orang, mulanya lebih tinggi kerena dijalankan oleh suara hati seperti kewajiban dan keadilan.

b. Macam-macam tanggung jawab.

1. Tanggung Jawab Kepada Keluarga

tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya yang mencakup kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan.

contoh :

perbuatan guru isa mengambil barang-barang milik sekolah untuk dijual adalah pertanggung jawabannya sebagai kepala rumah tangga, meskipun tanggun g jawab itu sebenarnya merupakan perbuatan melanggar hukum, norma, susila, dan norma moral.

2. Tanggung jawab kepada masyarakat.

manusia adalah makhluk sosial yang merupakan anggota masyatrakat oleh karena itu, dalam berpikier, bertingkah laku, berbicara manusia terikat oleh masyarakat, segala tingkah laku dan perbuatannya haris dipertanggung jawabkan kepada masyarakat,.

contoh :

seseorang telah bertekad untuk berjuang meningkatkan derajat sesuatu kaum, ia bertekad bahwa apapun yang terjadi atas dirinya akan dipertanggung jawabkan, dan bertekad untuk tidak mendurhakai terhadap asas, tujuan dan pendiriannya. dia berkata tidak, malu saya melihat saya sendiri. saya sudah memilih dari semula dan saya tidak boleh menyimpang lagi, meski kamana saya dibawanya.

3. Tanggung jawab kepada bangsa/negara. tiap manusia adalah warga negara, dalam berfikir dan berbuat,bertindak, bertingkah laku, terikat oleh norma-norma yang dibuat oleh negara, bila perbuatannya salah,ia harus bertanggung jawab kepada negara.

contoh :

dalam novel karya Mochtar Lubis, guru Isa yang terkenal dengan nama guru yang baik, terpaksa mencuri barang milik sekolah demi mencukupui kebutuhan rumah tangganya, perbuatannya harus pun dipertanggung jawabkan kepada pemerintah, ia harus berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadila.

4. Tanggung jawab terhadap t y m e.

sebagai makhluk ciptaan tuhan, manusia dapat nmengembangkan diri sendiri dengan sarana-sarana yang ada pada dirinya, yaitu fikiran, perasaan, seluruh anggota tubuh dan alam semesta yang merupakan nikmat dari tuhan.

manusia hidup dalam perjuangan, begitulah firman tuhan tetapi apabila manusia tidak bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya, maka akuibatnya haruis di pikul sendiri.penderitaan akibat kesalahan adalah tanggung jawabnya.

3. HARAPAN MANUSIA

a. Pengertian harapan manusia.

harapan manusia adalah : keinginan manusia yang belum terwujud dan berkeinginan supaya sesuatub terjadi, harapan itu sumbernya dari hati manusia, putis harapan manusia berarti akan terjadi putus asa pada manusia tersebut.

contoh harapan manusia.

1. bunga harapan mahasiswi Universitas Negeri Padang, ia belajar rajin

dengan harapan didalam ujian semester memperoleh nilai A.

meskipun sudah berusaha keras, kadang-kadang harapan itu belum tentu terwujud, apakah bunga pasti mendapat nialai A ? belum tentu. kanapa ? karena harapan itu ialah sebuah keinginan yang tidak bisa diputuskan sendiri. tuhanlah yang menentukan manusia sekedar berusaha.

2. pak ahmad seorang petani yang rajin, ia mempunyai harapan agar panennya lebih baik dan hasilnya selain cukup untuk makan juga dapat untuk memperbaiki rumahnya.

apakah pak ahmad akan memperoleh panen sesuai harapannya?belum pasti juga, tuhanlah yang menentukan, manusia sekedar berusaha.

b. Harapan Manusia yang di kategorikan oleh Abraham Maslow

ada lima macam harapan manusia, ialah :

1. harapan untuk memperoleh kelansungan hidup(Survival)

2. Harapan untuk memperoleh keamanan(Safety)

3. Harapan untuk memiliki hak dan kewajiban untuk mencintai dan di cintai( Bloving and love)

4. Harapan memperoleh status atau untuk diterima atau di akui lingkungan.

5. Harapan untuk memperoleh perwujudan dan cita-cita ( Self actualization)

Dalam Hubungan dengan pendidikan moral. utnuk mewujudkan harapan perlu di upayakan hal sebagai berikut :

a. Harapan apa yang baik.

b. Babagaimana Mencapai harapan itu.

c. Bagaimana buta harapan itu tak tercapai.

c. Manusia Tanpa harapan

Kita ingat Ibarat Demikian, Manusia Tanpa Cita-cita Ibarat mati sebelum ajal. Artinya orang yang tidak mempunyai cita-cita atau harapan tidak ubahnya seperti orang mati. Jelasnya, setiap orang mempunyai Cita-cita atu harapan bersifat manusiawi dan dimiliki oleh setiap orang.

d. Harapan Terakhir manusia

Dengan pengetahuan dan pengertian agama tentang kehidupan abadi setelah orang meninggal, manusia menjalankan Ibadahnya. Ia meninggalkan perintah-perintah Tuhan melalui agama, dan menjlankan diri dari larngan-larangan yang diberikan-Nya. Manusia menjalankan hal itu karena sadar sebagai makhluk kecil yang tidak akan berdaya terhadap kekuasaan Tuhan. kehidupan Dunia yang sifatnya sementara di kalahkannya demi kehidupan Abadi di Akhirat karna tahu bagaimana beratnya siksaan di neraka dan bagaimana bahagianya disyurga. Kebaikan disyurga yang ABADI inilah yang merupakan HARAPAN TERAKHIR MANUSIA !

Manusia dan Kegelisahan

•May 31, 2010 • Leave a Comment

Terkadang banyak sekali manusia yang takut dan khawatir terhadap masalah dan persoalan yang dihadapinya hingga timbul kegelisahan dalam dirinya. Kegelisahan diakibatkan karena kita merasa bahwa kita tidak mampu terhadap masalah yang kita hadapi, kita merasa cemas apakah hasilnya akan baik-baik saja. Banyak manusia yang mengalami kegelisahan hingga mengakibatkan seseorang menjadi stress karena banyak pikiran yang dia takutkan. Sangat berakibat buruk sekali apabila kita terus dikejar-kejar kegelisahan karena itu bisa menyebabkan beban pikiran menjadi bertambah dan mengganggu jiwa dan mental dalam dirinya. Kegelisahan juga bisa disebabkan oleh pikiran kita yang pesimis dan negative sehingga membuat diri kita menjadi lemah dan gelisah. Namun dibalik itu semua ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan kegelisahan dalam diri kita. Yang pertama adalah dengan cara rohani/ spiritual yaitu kita berdoa dan berserah diri kepada kehendakNya, kemudian kita juga bisa untuk berpikir yang positif dan melakukan kegiatan-kegiatan positif lainnya sehingga bisa menghilangkan pikiran kegelisahan. Kemudian kita juga bisa menjalin hubungan yang sehat terhadap orang lain seperti keluarga, pasangan kita, kepada teman dan juga orang-orang disekitar kita. Oleh karena itu, disaat kita sedang mengalami kegelisahan, jauhkan lah dari pikiran yang negative atau pesimis karena itu tidak aka nada hasilnya, namun apabila kita memiliki hati yang ikhlas maka kegelisahan itu akan hilang dari dalam pikiran kita.

Manusia dan Tanggung jawab

•May 31, 2010 • Leave a Comment

Setiap manusia memiliki tanggung jawab dalam kehidupannya. Tanggung jawab terhadap Tuhan, tanggung jawab terhadap keluarga, terhadap pekerjaan / studi, terhadap menjalin hubungan kepada sesama. Tanggung jawab berarti kita mempunyai suatu tanggungan terhadap suatu pekerjaan atau masalah yang dihadapi dan bersedia untuk menyelesaikan tanggungan tersebut sesuai dengan perkara yang dilakukannya. Untuk tanggung jawab terhadap Tuhan ,kita bertanggung jawab untuk mengikuti segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. Kita tanggung juga tanggung jawab dalam keluarga, yaitu dalam keluarga terdapat ayah, ibu dan anak. Untuk ayah, dia bertanggung jawab untuk member nafkah terhadap keluarganya, tanggung jawab atas pekerjaanya dan tanggung jawab terhadap istri dan anaknya. Karena ayah bertanggung jawab sebagai kepala rumah tangga sehingga dia juga yang mengatur untuk kesejahteraan keluarganya.untuk seorang ibu, mempunyai tanggung jawab untuk melahirkan seorang anak, bertanggung jawab untuk mendidik, membimbing dan membesarkan anaknya sehingga bertumbuh menjadi anak yang berguna. Seorang anak juga bertanggung jawab dengan menghormati keluarganya, menghormati orang tuanya.

Sedangkan untuk tanggung jawab terhadap pekerjaan atau studi, kita bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan itu dengan tuntas hingga menghasilkan hasil yang baik dan bisa berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Lalu untuk tanggung jawab terhadap hubungan sesame yaitu apabila kita menjalin hubungan yang kita kasihi, maka kita bertanggung jawab atas hubungannya untuk mendatangkan kebaikan dan kebahagiaannya dalam hubungannya. Jadi, setiap manusia memiliki tanggung jawabnya masing-masing dan kita diharuskan untuk bisa menyelesaikan masalah dan tanggungan yang kita hadapi.

Manusia dan Pandangan Hidup

•May 10, 2010 • Leave a Comment

Manusia dalam kehidupannya memiliki pandangan-pandangan yang beragam yang bisa membuat manusia tersebut menjadi baik dan bermoral. pandangan- pandangan tersebut bisa dikategorikan seperti pandangan dalam etika/moral, pandangan dalam rohani/spiritual dan juga pandangan dari prinsip/pengalaman orang tersebut.

Manusia juga bisa saling menilik dan mengetahui perilaku orang tersebut dari pandangan sisi kehidupannya, apakah orang tersebut berperilaku baik, apakah orang tersebut bisa dipercaya atau dijadikan teman atau sahabat. kita juga bisa yang menilai pandangan hidup seseorang begitu pula orang lain yang menilai pandangan hidup kita. Dari segi pengalaman, saya memliki pandangan hidup seperti etika, moral dan juga rohani. pengalaman saya disini adalah bagaimana saya mengaplikasikan hal-hal tersebut dalam hidup saya. dengan contoh adalah ketika saya suka tolong menolong,menghargai dan menghormati orang lain maka orang lain pun akan melihat juga seperti apa pandangan hidup saya. dan juga dalam rohani, saat saya pergi beribadah dan melakukan ajaran-ajaran agama saya, maka saya juga sudah mempunyai pandangan tersebut dalam hidup saya. dan untuk menjaga pandangan dalam hidup kita ini adalah dengan selalu menjaganya dengan perilaku baik, displin, taat dan juga melakukan hal-hal yang benar. maka dalam diri kita akan memiliki nilai-nilai dalam pandangan hidup kita yang baik dan benar.

dalam hal spiritual juga telah saya jelaskan, saya akan melakukan ajaran dan nilai – nilai dalam agama saya,yang pasti untuk mendatangkan kebaikan dalam kehidupan kita dan juga untuk orang lain dan juga untuk memuliakan Tuhan. oleh karena itu, dalam kehidupan, kita tidak boleh meninggalkan atau melupakan ajaran,perintah dan hal-hal spiritual/rohani lainnya dalam hidup kita.

Pandangan hidup untuk orang lain juga bisa kita lakukan dengan cara saling menghormati dan menghargai sesama, berbuat baik satu kepada yang lain, saling berbagi kasih, maka kita telah mempunyai nilai-nilai dari pandangan dalam hidup kita maupun orang lain.

oleh karena itu, marilah kita selalu menjaga pandangan hidup kita untuk memperoleh kebaikan, kententraman dan juga kedamaian untuk diri kita dan juga untuk orang lain.

KEBAJIKAN

•May 10, 2010 • Leave a Comment

kebajikan adalah suatu sikap melakukan hal yang baik dan juga bisa memberikan kedamaian pada orang lain sehingga orang lain merasa nyaman dan senang dengan perilaku tersebut.ada 2 unsur kebajikan yaitu kebajikan terhadap diri sendiri dan orang lain. kebajikan untuk diri sendiri yaitu hal – hal dan perilaku yang baik yang bisa membuat diri kita menjadi lebih baik. contohnya adalah bekerja dengan tulus ikhlas, menjaga perilaku dan nama baik diri sendiri dan berperilaku baik untuk negara sehingga dari pihak kenegaraan bisa memberikan penghargaan pada kita dan hal tersebut merupakan salah satu kebajikan untuk diri sendiri. dan kebajikan untuk orang lain bisa dilakukan dengan cara kita memberikan pertolongan dan perilaku baik kepada orang lain, maupun kita yang menerima kebajikan tersebut dari orang lain. Hal ini sangat penting, karena dengan demikian kita bisa menjalin hubungan yang baik dan harmonis kepada orang lain sehingga dari diri kita sendiri maupun orang lain akan merasa ketenangan dan rasa terima kasih kepada diri kita.

Dan hal inilah yang harus selalu dilakukan oleh manusia untuk memperoleh kebaikan dalam dirinya dan juga untuk orang lain. Contoh dari kebajikan itu sendiri bisa dengan saling tolong menolong satu sama lain, saling menghormati, saling menghargai dan juga memberikan kedamaian bagi diri sendiri dan untuk orang lain. Oleh karena itu, betapa penting sifat kebajikan ini dalam hidup kita karena dengan melakukan kebajikan ini, kita bisa jauh dari hal-hal yang tidak baik dan bisa juga dimuliakan oleh Tuhan.

Saya juga punya prinsip bahwa saya harus bisa berperilaku kebajikan dalam hidup saya untuk orang lain dan sekitar. Saya ingin melakukan hal-hal yang baik dan juga kebajikan karena itu bisa membuat saya merasa kebaikan dan kebajikan dalam diri saya juga dan memberi rasa kepuasaan dan kebanggaan tersendiri karena kita bisa melakukan perilaku kebajikan. Begitu juga dengan perilaku orang lain yang telah melakukan kebajikan dalam hidup kita dan sudah seharusnya kita mengucapkan terima kasih karena orang tersebut telah melakukan yang baik dalam hidup kita.

Jadi sesama manusia sudah seharusnya kita berperilaku baik, tolong menolong, dan juga melakukan kebajikan. Sehingga kita juga mendapat penghargaan dan penghormatan dari orang lain.

CITA – CITA

•May 10, 2010 • Leave a Comment

Setiap manusia pastilah memiliki cita-cita dalam kehidupannya. Cita-cita tersebut yang akan selalu memotivasi seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan juga dalam impiannya. Cita-cita timbul ketika seseorang ingin dirinya bisa berguna untuk dirinya sendiri, orang lain, dan juga untuk negara.Oleh karena itu, kita sudah seharusnya memiliki cita-cita sejak dini, sehingga untuk kedepannya kita masih punya banyak waktu untuk mewujudkannya.Untuk mewujudkan cita-cita tersebut tidaklah mudah. Diperlukan ketekunan, kerja keras, disiplin dan juga tidak mudah putus asa. Terkadang apa yang kita inginkan dan cita-citakan tidaklah sesuai dengan keinginan, namun untuk itu,manusia diberi akal budi dan perasaan, semangat untuk mewujudkannya. Apabila cita-cita dalam hidup kita sudah terwujud, maka hidup ini akan begitu indah, karena apa yang kita impikan selama ini telah menjadi kenyataan dan kita tinggal mensyukuri dan menjaganya sehingga cita-cita dalam hidup kita melekat hingga akhir hidup kita.

Saya bercita-cita untuk menjadi seorang pemimpin, misalnya menjadi ketua dalam sebuah organisasi, dalam lingkungan masyarakat,maupun untuk negara. saya juga punya cita-cita yaitu untuk membahagiakan keluarga dan orang yang saya kasihi.dan untuk mewujudkan cita-cita saya ini, saya terus berjuang,semangat dan tidak kenal putus asa untuk mengejar cita-cita saya. Timbulnya cita-cita ini dikarenakan ada sebuah harapan, keinginan dan tujuan dalam hidup agar bisa tercapai.

Setiap orang memiliki harapan didalam hati dan hidupnya. Harapan ini timbul karena ada suatu permohonan/permintaan agar apa yang kita inginkan bisa didapat atau tercapai.Harapan ini juga harus disertai dengan keinginan dan kepercayaan bahwa kita bisa mewujudkan harapan kita.Harapan saya adalah supaya saya bisa lulus di univeritas Gunadarma ini dengan tepat waktu,memperoleh nilai yang baik,bisa bekerja ditempat yang diinginkan dan juga membanggakan keluarga saya. Banyak juga harapan yang saya inginkan dan yang perlu saya lakukan adalah untuk selalu menjaga harapan saya ini sampai terlaksana dan terwujud.

Harapan itu juga disertai dengan keinginan. Keinginan dalam diri kita untuk memperoleh kebaikan dan kedamaian dalam hidup kita. Keinginan merupakan suatu hasrat dalam hidup kita untuk mewujudkan cita-cita kita. Keinginan ini juga timbul setelah kita memiliki harapan.sehingga setelah kita telah mempunyai harapan, kita punya keinginan agar harapan itu bisa terwujud. tanpa adanya harapan kita juga tidak akan tahu apa yang kita inginkan. Jadi,keinginan ini juga yang mendorong dari dalam diri manusia untuk bisa mewujudkan cita-citanya.

Setelah kita memiliki harapan dan keinginan untuk mewujudkan cita-cita kita, kita juga perlu tahu tujuan dari apa yang kita harapkan dan inginkan. Jangan sampai kita ketika sudah memiliki sebuah harapan dan keinginan tapi kita tidak tahu untuk apa tujuannya karena itu akan merugikan diri sendiri. setiap orang memiliki tujuan didalam harapan dan keinginannya. Dimana pasti tujuan dari harapan tersebut adalah untuk memberikan suatu kebanggaan pada diri sendiri dan juga memberikan kebaikan kepada orang lain.

Oleh karena itu,milikilah sebuah harapan yang baik, lakukan keinginan itu maka tujuan dari harapan dan cita-cita kita akan terlaksana.

Gunadarma university

Manusia dan Kegelisahan

•May 31, 2010 • Leave a Comment

Terkadang banyak sekali manusia yang takut dan khawatir terhadap masalah dan persoalan yang dihadapinya hingga timbul kegelisahan dalam dirinya. Kegelisahan diakibatkan karena kita merasa bahwa kita tidak mampu terhadap masalah yang kita hadapi, kita merasa cemas apakah hasilnya akan baik-baik saja. Banyak manusia yang mengalami kegelisahan hingga mengakibatkan seseorang menjadi stress karena banyak pikiran yang dia takutkan. Sangat berakibat buruk sekali apabila kita terus dikejar-kejar kegelisahan karena itu bisa menyebabkan beban pikiran menjadi bertambah dan mengganggu jiwa dan mental dalam dirinya. Kegelisahan juga bisa disebabkan oleh pikiran kita yang pesimis dan negative sehingga membuat diri kita menjadi lemah dan gelisah. Namun dibalik itu semua ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan kegelisahan dalam diri kita. Yang pertama adalah dengan cara rohani/ spiritual yaitu kita berdoa dan berserah diri kepada kehendakNya, kemudian kita juga bisa untuk berpikir yang positif dan melakukan kegiatan-kegiatan positif lainnya sehingga bisa menghilangkan pikiran kegelisahan. Kemudian kita juga bisa menjalin hubungan yang sehat terhadap orang lain seperti keluarga, pasangan kita, kepada teman dan juga orang-orang disekitar kita. Oleh karena itu, disaat kita sedang mengalami kegelisahan, jauhkan lah dari pikiran yang negative atau pesimis karena itu tidak aka nada hasilnya, namun apabila kita memiliki hati yang ikhlas maka kegelisahan itu akan hilang dari dalam pikiran kita.

Manusia dan Tanggung jawab

•May 31, 2010 • Leave a Comment

Setiap manusia memiliki tanggung jawab dalam kehidupannya. Tanggung jawab terhadap Tuhan, tanggung jawab terhadap keluarga, terhadap pekerjaan / studi, terhadap menjalin hubungan kepada sesama. Tanggung jawab berarti kita mempunyai suatu tanggungan terhadap suatu pekerjaan atau masalah yang dihadapi dan bersedia untuk menyelesaikan tanggungan tersebut sesuai dengan perkara yang dilakukannya. Untuk tanggung jawab terhadap Tuhan ,kita bertanggung jawab untuk mengikuti segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. Kita tanggung juga tanggung jawab dalam keluarga, yaitu dalam keluarga terdapat ayah, ibu dan anak. Untuk ayah, dia bertanggung jawab untuk member nafkah terhadap keluarganya, tanggung jawab atas pekerjaanya dan tanggung jawab terhadap istri dan anaknya. Karena ayah bertanggung jawab sebagai kepala rumah tangga sehingga dia juga yang mengatur untuk kesejahteraan keluarganya.untuk seorang ibu, mempunyai tanggung jawab untuk melahirkan seorang anak, bertanggung jawab untuk mendidik, membimbing dan membesarkan anaknya sehingga bertumbuh menjadi anak yang berguna. Seorang anak juga bertanggung jawab dengan menghormati keluarganya, menghormati orang tuanya.

Sedangkan untuk tanggung jawab terhadap pekerjaan atau studi, kita bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan itu dengan tuntas hingga menghasilkan hasil yang baik dan bisa berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Lalu untuk tanggung jawab terhadap hubungan sesame yaitu apabila kita menjalin hubungan yang kita kasihi, maka kita bertanggung jawab atas hubungannya untuk mendatangkan kebaikan dan kebahagiaannya dalam hubungannya. Jadi, setiap manusia memiliki tanggung jawabnya masing-masing dan kita diharuskan untuk bisa menyelesaikan masalah dan tanggungan yang kita hadapi.

Manusia dan Pandangan Hidup

•May 10, 2010 • Leave a Comment

Manusia dalam kehidupannya memiliki pandangan-pandangan yang beragam yang bisa membuat manusia tersebut menjadi baik dan bermoral. pandangan- pandangan tersebut bisa dikategorikan seperti pandangan dalam etika/moral, pandangan dalam rohani/spiritual dan juga pandangan dari prinsip/pengalaman orang tersebut.

Manusia juga bisa saling menilik dan mengetahui perilaku orang tersebut dari pandangan sisi kehidupannya, apakah orang tersebut berperilaku baik, apakah orang tersebut bisa dipercaya atau dijadikan teman atau sahabat. kita juga bisa yang menilai pandangan hidup seseorang begitu pula orang lain yang menilai pandangan hidup kita. Dari segi pengalaman, saya memliki pandangan hidup seperti etika, moral dan juga rohani. pengalaman saya disini adalah bagaimana saya mengaplikasikan hal-hal tersebut dalam hidup saya. dengan contoh adalah ketika saya suka tolong menolong,menghargai dan menghormati orang lain maka orang lain pun akan melihat juga seperti apa pandangan hidup saya. dan juga dalam rohani, saat saya pergi beribadah dan melakukan ajaran-ajaran agama saya, maka saya juga sudah mempunyai pandangan tersebut dalam hidup saya. dan untuk menjaga pandangan dalam hidup kita ini adalah dengan selalu menjaganya dengan perilaku baik, displin, taat dan juga melakukan hal-hal yang benar. maka dalam diri kita akan memiliki nilai-nilai dalam pandangan hidup kita yang baik dan benar.

dalam hal spiritual juga telah saya jelaskan, saya akan melakukan ajaran dan nilai – nilai dalam agama saya,yang pasti untuk mendatangkan kebaikan dalam kehidupan kita dan juga untuk orang lain dan juga untuk memuliakan Tuhan. oleh karena itu, dalam kehidupan, kita tidak boleh meninggalkan atau melupakan ajaran,perintah dan hal-hal spiritual/rohani lainnya dalam hidup kita.

Pandangan hidup untuk orang lain juga bisa kita lakukan dengan cara saling menghormati dan menghargai sesama, berbuat baik satu kepada yang lain, saling berbagi kasih, maka kita telah mempunyai nilai-nilai dari pandangan dalam hidup kita maupun orang lain.

oleh karena itu, marilah kita selalu menjaga pandangan hidup kita untuk memperoleh kebaikan, kententraman dan juga kedamaian untuk diri kita dan juga untuk orang lain.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Kalimat Efektif

Minggu, 01 November 2009

KALIMAT EFEKTIF

A Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang singkat dan padat tetapi dapat menyampaikan pesan secara tepat dan dapat dipahami secara tepat Kalimat efektif menuntut adanya beberapa ketepatan, di antaranya ketepatan pilihan kata, bentuk kata, pola kalimat, dan makna kalimat. Ketidakefektifan kalimat dalam surat biasanya disebabkan oleh:
1. Salah nalar
Coba Anda perhatikan contoh di bawah ini.
(a) Pada hari ini saya datang terlambat karena jalannya macet
(b) Saya mohon maaf tidak bisa mengikuti arisan karena tidak ada waktu.
Kalimat di atas merupakan bagian surat yang sering kita lihat pada surat pemberitahuan. Jika dilihat selintas memang kalimat di atas tampak efektif karena mudah kita pahami. Akan tetapi, kalimat tersebut sebenarnya tidak efektif karena salah nalar. Pada kalimat (a) terdapat frasa jalannya macet. Di dalam Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI, 1994: 611) kata macet berarti terhenti atau tidak lancar. Kata terhenti atau frasa
tidak lancar hanya boleh mengikuti kata yang bermakna ’gerak.’ Sedangkan kata jalan tidak mengandung makna ’gerak.’ Oleh karena itu, frasa jalanya macet mengalamai salah nalar, karena kata jalan pada konteks kalimat tersebut memang tidak pernah bergerak.
Hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi pada kalimat (b). Tuhan telah memberikan waktu kepada kita 24 jam dalam satu hari dan satu malam. Jadi kalau ia tidak bisa arisan karena tidak ada waktu, berarti terjadi salah nalar. Kemungkinan yang tidak ada adalah kesempatan, karena setiap orang memiliki kesempatan yang berbeda-beda.
Dua kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi:
(a) Pada hari ini saya datang terlambat karena lala lintas macet
(b) Saya mohon maaf tidak bisa mengikuti arisan karena tidak ada kesempatan untuk datang.
Masih banyak contoh kalimat lain yang salah nalar, misalnya:
(a) Mobil Pak Sanusi mau dijual.
(b) Waktu dan tempat kami persilakan kepada Bapak Rustamaji.
(c) Bola berhasil masuk ke gawang lawan.
Kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi:
(a) Mobil Pak Sanusi akan dijual.
(b) Bapak Rustamji kami persilakan.
(c) Ronaldo berhasil memasukkan bola ke gawang lawan.
2. Penggunaan kata depan yang berlebihan dan tidak tepat
Penggunaan kata depan yang berlebihan di dalam kalimat surat juga menjadikan kalimat tidak efektif. Coba Anda perhatikan contoh berikut ini.
(a) Perusakan kami maju pesat berkat perkembangan daripada teknologi informasi.
(b) Kepada yang berminat membeli printer merek epson dapat menghubungi perusahaan kami.
(c) Jika belum jelas, Anda dapat meminta penjelasan lebih lanjut ke saya.
Penggunaan kata depan daripada pada kalimat (a) sangat berlebihan dan tidak tepat. Kata depan daripada berfungsi untuk membandingkan antara dua kata benda atau frasa benda. Padahal kata depan daripada pada kalimat (a) tidak berfungsi untuk membandingkan.
Jadi, kalimat di atas dapat diperbaiki sebagai berikut:
(a) Perusakan kami maju pesat berkat perkembangan teknologi informasi.
(b) Yang berminat membeli printer merek epson dapat menghubungi perusahaan kami.
(c) Jika belum jelas, Anda dapat meminta penjelasan lebih lanjut kepada saya.
Contoh penggunaan kata depan daripada yang tepat adalah:
Hidup di desa lebih tenang daripada hidup di kota.
Tunjangan kesejahteraan guru DKI Jakarta lebih baik daripada tunjangan kesejahteraan guru dari daerah lain.
Daripada menjadi gelandangan di DKI Jakarta lebih baik kita mengikuti transmigrasi ke Kalimantan.
Penggunaan kata depan kepada pada kalimat (b) juga berlebihan dan tidak tepat. Penggunaan kata depan kepada yang benar adalah untuk menyatakan ’tempat yang dituju’ dan ditempatkan di muka objek dalam kalimat yang predikatnya mengandung pengertian ’tertuju terhadap sesuatu.’
Contoh:
(a) Persoalan itu harus dilaporkan kepada kepala sekolah.
(b) Saya akan meminta bantuan kepada LBH yang ada di PGRI.
(c) Marilah kita kembali kepada UUD 1945.
Penggunaan kata depan ke pada kalimat (c) tidak tepat, karena kata depan ke tidak dapat digunakan di depan:
(a) kata ganti (saya, kamu, dan dia),
(b) kata nama diri (Sanusi, Gunawan),
(c) kata nama jabatan (lurah, camat, dan gubernur),
(d) Kata nama kekerabatan ( adik, saudara, dan ibu).
Kata depan ke berfungsi untuk menyatakan ’tempat tujuan’ dan digunakan di depan kata benda yang menyatakan tempat. Untuk menyatakan ’tempat yang dituju’ penggunaan kata depan ke akan lebih cermat apabila diikuti dengan kata yang menunjukkan bagian dari tempat yang dimaksud. Contoh penggunaan kata depan ke yang tepat.
(a) Ayah pergi ke Makasar.
(b) Saya melihat ke tengah danau.
(c) Perampok itu berlari ke samping mobil kami.
3. Pleonasme (berlebihan/mubazir)
Penggunaan kata yang pleonastis (berlebihan) dapat mempengaruhi efektivitas kalimat. Coba perhatikan contoh berikut ini.
(a) Produk-produk kami dijamin memuaskan para Bapak-bapak dan Ibu-ibu.
(b) Harga yang Bapak tawarkan kepada kami sangat murah sekali.
(c) Banyak orang-orang yang telah tertarik terhadap produk perusahaan kami.
Kata depan para pada kalimat (a) sangat berlebihan (mubazir). Kata depan para bermakna ’jamak.’ Oleh karena itu, penggunaan kata depan para jangan diikuti lagi dengan kata yang bermakna jamak, misalnya bapak-bapak, Ibu-ibu, hadirin, dan sebagainya. Hal yang senada juga terjadi pada kalimat (c). Kata banyak seyogyanya tidak diikuti kata jamak (orang-orang).
Penggunaan kata sangat murah sekali pada kalimat (b) juga pleonastis (berlebihan). Kata sangat sama atau mirip artinya dengan kata sekali. Oleh karena itu, pergunakan salah satu saja, yakni sangat murah atau murah sekali.
Jadi, perbaikan kalimat di atas adalah:
(a) Produk-produk kami dijamin memuaskan para Bapak dan Ibu.
(d) Harga yang Bapak tawarkan kepada kami sangat murah.
(e) Banyak orang yang telah tertarik terhadap produk perusahaan kami
B. Pemilihan kata yang tepat (diksi)
Pilihan kata atau diksi dalam bahasa surat hendaknya tepat agar tidak menimbulkan konotasi yang lain. Konotasi adalah makna tambahan yang muncul dari kata tersebut. Makna konotasi muncul akibat penafsiran, perasaan, dan budaya setiap orang. Konotasi ini akan ditanggapi secara berbeda-beda, bergantung dari situasi pembacanya. Coba Anda perhatikan contoh berikut ini.
(a) Kami berharap, Bapak dapat bergabung di perusahaan kami.
(b) Saya berharap, Saudara dapat bergabung di perusahaan saya.
Kata kami pada kalimat (a) sebenarnya sama dengan kata saya pada kalimat (b), yakni prulalis majestatis. Penggunaan kata kami terasa lebih santun karena tidak menonjolkan diri dibandingkan dengan kata saya. Begitu pula, penggunaaan kata Bapak terasa lebih terhormat dibandingkan dengan kata Saudara.
Contoh lain adalah:
(a) Seorang supervisor harus memperhatikan anggota timnya.
(b) Seorang mandor harus memperhatikan bawahannya.
Kata supervisor dan mandor pada kalimat di atas pada dasarnya memiliki makna yang sama, pengawas atau pengontrol utama. Akan tetapi, kata supervisor terasa lebih terhormat daripada kata mandor. Begitu pula, frasa anggota tim memiliki konotasi lebih baik daripada kata bawahan.
Contoh lainnya adalah:
Perusahaan kami menerima tenaga kerja wanita dengan syarat tinggi badan minimal 165 cm, berleher jenjang, dan bertubuh langsing.
Frasa berleher jenjang dan bertubuh langsing pada kalimat di atas memiliki konotasi yang baik, jika dibandingkan dengan frasa berleher panjang dan tubuhnya kurus. Oleh karena itu, pemilihan kata atau frasa di dalam bahasa surat harus benar-benar diperhatikan
C. Penggunaan kata baku
Kata-kata yang digunakan di dalam surat hendakanya kata yang baku. Kata yang baku adalah kata yang sesuai dengan standar Kamus Besar bahasa Indonesia. Apabila ternyata kita terpaksa harus menggunakan kata asing karena belum ada padannya dalam bahasa Indonesia, maka kata tersebut harus dicetak miring atau digaribawahi. Berikut ini adalah beberapa contoh kata baku dan tidak baku.
D. Penggunaan Ejan yang tepat
Penulis surat yang cermat pasti memperhatikan kaidah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Begitu pula sebaliknya, penulis surat yang tidak cermat biasanya lebih memetingkan isi daripada bahasa. Dalam penulisan surat, baik isi maupun bahasa harus benar-benar kita perhatikan. Berikut ini adalah beberapa contoh kalimat dalam surat yang kurang memperhatikan kaidah ejaan.
1. Semoga anda dapat bergabung dengan perusahaan kami.
2. Setiap hari sabtu perusahaan kami libur.
3. Surat penawaran ini berasal dari P.T. Genta Buana Perkasa.
4. Surat ini harus ditanda tangani oleh direktur perusahaan.
5. Silakan hubungi sub-bagian tata usaha.
6. Harga gula yang kami tawarkan sebesar Rp. 8.000,- per kg.
7. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
8. Jadwal wawancara dirubah menjadi tanggal 2 s/d 5 Maret 2006.
9. Direktur perusahaan kita yang baru adalah seorang sarjana hukum, yakni Dr. Tony SH.
10. Pihak ke-I bertindak sebagai penjual dan pihak ke-II sebagai pembeli.
Marilah kita cermati penggunaan ejaan yang salah dalam penulisan kalimat surat di atas.
Penulisan kata anda pada kalimat (1) tidak sesuai EYD. Kata anda sebagai bentuk sapaan harus diawali dengan huruf kapital, yakni Anda. Kata sapaan lain adalah Bapak, Ibu, Saudara, dan sebagainya.
Pada kalimat (2) terdapat nama hari yang penulisannya tidak tepat karena diawali dengan huruf kecil. Menurut ketentuan EYD, semua nama hari, nama bulan, dan nama tahun harus diawali dengan huruf kapital. Sebagai contoh:
Nama hari : Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Nama bulan : Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember.
Nama tahun : Masehi, Kabisat, Saka, dan Hijriah.
Pada kalimat (3) terdapat penulisan singkatan huruf awal kata yang menggunakan tanda titik. Di dalam EYD disebutkan bahwa singkatan yang terdiri atas huruf awal kata, suku kata atau gabungan keduanya yang terdapat dalam akronim tidak perlu menggunakan tanda titik. Jadi, penulisan singkatan PT tidak perlu menggunakan tanda titik, seperti singkatan CV, SMA, MPR, ABRI, dan sebagainya.
Penulisan kata ’ditanda tangani’ pada kalimat (4) seharusnya dirangkaikan, yakni ditandatangani. Hal tersebut karena gabungan kata itu mendapat awalan dan akhiran sekaligus. Sedangkan pada kalimat (5) terdapat kata ’sub-bagian’ seharusnya subbagian. Bentuk sub-, semi, non-, dan in- sebagai awalan dari bahasa asing harus ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Misalnya: semifinal, nonformal, dan informal.
Penulisan singkatan rupiah pada kalimat (6) tidak perlu menggunakan tanda titik. Begitu pula penggunakan tanda koma dan setrip di akhir angka tidak sesuai ketentuan EYD. Contoh penulisan yang tepat adalah Rp 8.000,00 per kg.
Kalimat (7) merupakan kalimat penutup surat yang tidak tepat. Kata ganti ”–nya” pada kata perhatiannya tidak jelas. Oleh karena itu, kata ganti-”nya” harus diganti dengan kata nama diri, menjadi: Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.
Pada kalimat (8) terdapat penulisan kata dan singkatan yang tidak sesuai EYD, yakni kata dirubah dan s/d. Kata dirubah sebenarnya berasal dari kata dasar ubah, bukan rubah. Oleh karena itu, imbuhan di- + ubah menjadi diubah. Adapun singkatan sampai dengan yang benar adalah s.d. bukan s/d.
Penulisan gelar sarjana hukum (kalimat (9) adalah S.H. Gelar sarjana hukum ditempatkan di bagian belakang nama. Penulisan gelar di belakang nama menurut EYD harus diawali dengan tanda koma. Contoh:
(a) Dr. Tony, S.H.
(b) Sri Mulyani, S.Pd.
(c) Sugiman, B.Sc.
Penulisan ke-I dan ke-II pada kalimat (10) tidak tepat. Penulisan ke- harus diikuti denggan angka Arab. Apabila ingin menggunakan angka Romawi maka bentuk ke- tidak perlu dimunculkan. Misalnya:
(a) Pihak ke-1 dan pihak ke-2.
(b) Pihak I dan pihak II.